Rusunami ini dilabeli nama Gading Nias Residence. Bagian dari pembangunan 1000 tower rusun yang dicanangkan pemerintah. Lokasinya terbilang strategis.
Menteri Negara Perumahan Rakyat Muhammad Yusuf Asy'ari pada hari Senin (4/02) lalu melakukan peresmian rusunami (rumah susun sederhana milik) "Gading Nias Residence" yang dikembangkan oleh Agung Podomoro Group. Dalam peresmian tersebut Menpera didampingi Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, Chairman APG Trihatma K. Haliman dan Direktur Utama PT Pembangunan Perumahan Ir Musyanif.
Gading Nias Residence berdiri di atas lahan seluas 4 hektar, rusunami ini berlokasi di kawasan Kelapa Gading-Jakarta Utara. Terdiri dari 14 tower dengan jumlah unit sebanyak 6.000. Dalam tahap pertama akan dibangun sebanyak 9 tower (2.500 unit) yang akan selesai pertengahan tahun 2010 mendatang.
Proyek itu menjadi bagian dari program pengembangan 1.000 menara rusun yang telah dicanangkan Presiden pada April tahun 2007 lalu. Gading Nias Residence ini dikembangkan oleh APG melalui anak usahanya yang juga mengembangkan properti superblok di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat yaitu PT Tiara Metropolitan Jaya. Rusunami ini dibangun APG sebagai bentuk kepedulian sosial dan tanggung jawab moral dalam peran serta menyejahterakan rakyat. Karena rusunami ini dipasarkan dengan konsep subsidi bagi konsumen kelas menengah-bawah. Tipe yang ditawarkan berukuran 21m2 hingga 35m2 dengan kisaran harga Rp88 juta-Rp144 juta/unit.
Dalam sambutannya Trihatma mengungkapkan alasannya mengembangkan rusunami, tak hanya kelas atas saja yang kita bangun. Kelas menengah-bawah juga kita perhatikan. Karena mereka berhak untuk mendapatkan tempat tinggal yang layak. "Masyarakat menengah-bawah juga berhak mendapatkan produk yang berkualitas di lokasi strategis dengan harga terjangkau," tambahnya.
Dan untuk memberikan yang berkualitas tersebut Gading Nias Residence dilengkapi berbagai fasilitas olahraga, playground, joggingtrack, dan ruang terbuka yang aktraktif. Nah dengan berbagai fasilitas ini warga tak merasa tinggal di rumah susun. Menariknya Gading Nias Residence ini letaknya dekat dengan pusat komersil kawasan Kelapa Gading, lebih kurang 200 m dari bunderan Kelapa Gading atau Jl Bouleverd Raya. Maka wajar saja Gading Nias Residence yang sudah dipasarkan sebulan lalu ini telah terjual 40 persen.
Sementara itu Menpera Yusuf Asy'ari mengharapkan pengembang lain juga melakukan hal yang sama seperti APG. Karena makin banyak stakeholder yang terlibat maka dapat menyelesaikan masalah kota, seperti kesemrawutan dengan adanya bangunan liar. Dan juga membantu masyarakat bawah untuk memiliki rumah yang sehat dan layak huni.
Dalam pengembangan rusun 1.000 tower ini pemerintah melalui Menpera mendukung penuh semua upaya investor atau pengembang dalam membangun rusunami. Diantaranya dengan memberikan kemudahan perizinan hingga pengenaan pajak penghasilan (Pph) bagi para pengembangnya. "Pph ini bersifat final, yakni 1-5 persen, jelas Yusuf.
source:
http://www.rumah123.com/front_end/news_property_detil.php?articleID=175